Peran
Media Massa dalam Meningkatkan Kesadaran Bela Negara
Nama : Suwandari Putri
NPM : 23043010214
Kelas : Bela Negara G-143
I.
PENDAHULUAN
Tantangan
terhadap identitas dan kedaulatan Indonesia semakin kompleks di tengah era era
globalisasi dan kemajuan teknologi. Munculnya pengaruh budaya asing yang sangat
beragam, peningkatan bahaya radikalisme, dan banyaknya disinformasi di internet
menjadi ancaman nyata yang dapat merusak prinsip-prinsip bangsa. Dalam keadaan
seperti ini, kesadaran bela negara harus dimiliki oleh setiap warga negara.
Patut
disadari sepenuhnya bahwa kesadaran bela negara bukanlah sesuatu yang tumbuh
dengan sendirinya dalam diri setiap warga negara. Kesadaran bela negara tidak
hanya dituntut dari kalangan militer, tetapi juga dari seluruh lapisan
masyarakat. Secara konstitusional, hal ini tercantum dalam pasal 27 ayat (3)
Undang-Undang Dasar 1945, yang berbunyi : “Setiap warga negara berhak dan wajib
ikut serta dalam upaya pembelaan negara”. Oleh karena itu, tidak satupun warga
negara yang secara dewasa serta sehat jasmani dan rohaninya dapat menghindari
keharusan dengan berbagai alasan.
Dalam
konteks ini, media massa memainkan peran yang sangat penting sebagai alat
komunikasi yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat dalam situasi ini.
Media massa, sebagai sumber utama informasi, memiliki kekuatan untuk membentuk
pendapat publik dan memengaruhi cara masyarakat memandang dunia. Media massa
dapat menjadi alat yang efektif untuk menyebarkan nilai-nilai kebangsaan,
melawan narasi yang desruktif, dan menumbuhkan rasa nasionalisme karena media
massa dapat mencapai berbagai lapisan masyarakat.
II.
ISI
1. A. Nilai
bela negara : Sadar Berbangsa dan Bernegara
Rasa
nasionalisme adalah komponen penting dari konsep bela negara. Ada kesadaran
tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan, menghormati simbol negara,
dan menghormati keutuhan bangsa. Menurut (Effendy, 2010), baik pendidikan
formal maupun nonformal dapat membangun kesadaran nasional, dan media massa
adalah salah satu sumber utama informasi.
Nilai-nilai
ini semakin relevan di tengah perubahan global. Media massa berfungsi untuk
meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya bekerja sama untuk melawan
ancaman terhadap kedaulatan negara, seperti polarisasi dan disintegrasi. Dengan
menghasilkan konten yang mencerminkan keragaman budaya, sejarah perjuangan
bangsa, dan semangat persatuan, media massa dapat membantu masyarakat memahami
pentingnya kesadaran berbangsa.
2. B. Implementasi
Nilai Bela Negara melalui Media Massa
Media massa memiliki kapasitas yang luar biasa untuk
menyebarkan informasi dan membentuk opini publik. Media massa dapat berfungsi
sebagai alat untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam konteks bela negara.
Nilai-nilai ini dapat diterapkan melalui media massa dengan menggunakan
pendekatan dibidang ilmu komunikasi:
·
Kampanye Publik
Kampanye di
media sosial yang menekankan prinsip-prinsip Pancasila, toleransi, dan
keberagaman dapat meningkatkan kesadaran bela negara bagi generasi muda.
Kampanye seperti #BanggaIndonesia dan program "Indonesia Baik" telah
menunjukkan efek positif terhadap persepsi masyarakat.
·
Pelibatan
Influencer dan Komunikasi Digital
Menyebarkan pesan bela negara dapat bekerja sama dengan
influencer yang memiliki banyak pengikut di media sosial. Hal ini juga terkait
dengan gagasan komunikasi dua tahap (two-step flow) dimana karakter
berfungsi sebagai perantara dalam penyebaran informasi.
·
Penyedia
Konten Edukatif
Dokumenter
tentang sejarah perjuangan Indonesia atau wawancara dengan tokoh bangsa dapat
disiarkan di televisi dan radio. Media massa memiliki kemampuan untuk mendidik
masyarakat melalui penyediaan konten yang menarik dan relevan (McQuail, 2010).
3. C. Dampak yang diharapkan
Diharapkan bahwa penerapan
nilai-nilai bela negara dalam media massa akan berdampak positif pada
masyarakat dan negara. Beberapa dampak yang diharapkan termasuk:
· Penguatan Solidaritas Sosial: Media dapat berfungsi sebagai alat
untuk mengatasi perpecahan sosial dengan menyebarkan pesan yang mendorong kerja
sama dan toleransi.
· Peningkatan Literasi Media: Masyarakat yang dipengaruhi oleh
media akan lebih kritis dalam menyikapi informasi yang diterima saat menghadapi
disinformasi dan hoaks. Hal Ini sangat penting untuk menghindari polarisasi
sosial yang dapat merusak keharmonisan negara.
· Resiliensi terhadap Ancaman Global: Jika masyarakat lebih memahami
prinsip bela negara, mereka akan lebih sensitif dalam menanggapi ancaman seperti radikalisme,
propaganda asing, dan serangan informasi.
Media yang digunakan secara
strategis dapat membantu masyarakat menjadi lebih sadar akan peran mereka dalam
menjaga keutuhan negara, menurut Smith (2010). Selain itu, media yang
menjunjung tinggi nilai-nilai bela negara dapat membantu menghasilkan generasi
yang lebih peduli akan masa depan negara mereka.
Identitas nasional dibentuk secara
langsung oleh media massa. Media dapat meningkatkan rasa bangga rakyat
Indonesia dengan menampilkan keberhasilan nasional, seperti inovasi anak-anak
atau prestasi atlet di arena internasional. Dampak ini tidak hanya sementara,
tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang lebih percaya diri dan
optimis.
III. PENUTUP
Melalui edukasi, informasi, dan
pembentukan opini publik, media massa memiliki peran strategis dalam
meningkatkan kesadaran bela negara. Berhasil menyebarkan pesan bela negara
kepada masyarakat di era komputer dan internet bergantung pada teknik
komunikasi yang berbasis ilmu. Diharapkan nilai-nilai bela negara dapat
tertanam kuat di hati setiap warga negara dengan kerja sama pemerintah, media,
dan masyarakat.
Media massa tidak hanya meningkatkan
pemahaman orang, tetapi juga menciptakan budaya nasional yang menumbuhkan rasa
patriotisme. Diharapkan bahwa masyarakat yang diredukasi oleh media massa dapat
berfungsi sebagai agen perubahan yang akan menjaga keutuhan bangsa dan membantu
menyelesaikan masalah-masalah nasional. Media massa yang terus mengkampanyekan
nilai-nilai bela negara akan memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman
dan membuat Indonesia sebagai negara yang kokoh dan tangguh untuk menghadapi
tantangan dunia.
IV. DAFTAR PUSTAKA
Effendy,
O. U. (2010). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
McQuail, D.
(2010). McQuail’s Mass Communication Theory. London: Sage Publications.
Smith, A.
(2010). Media and National Identity: A Global Perspective. Cambridge:
Polity Press.

Komentar
Posting Komentar