PERAN BELA NEGARA TERHADAP PEMERSATU MASYARAKAT INDONESIA MELALUI PERAN KOMUNIKASI VERBAL


Nama : Firda Salsa Billah

NPM  : 23043010082

Kelas : G-133

    Bela negara merupakan salah satu bentuk sikap satu perilaku warga negara dalam mempertahankan dari sebuah ancaman dan tantangan yang dapat membahayakan keutuhan wilayah dan keselamatan seluruh lapisan masyarakat. Bela negara pada dasarnya mencakup pada seluruh aspek kehidupan, mulai dari sosial, ekonomi, dan politik. 

    Contoh bela negara yang dapat dilakukan secara sederhana adalah sikap gotong royong. Sikap ini menjadi salah satu bentuk bahwa Indonesia mampu berdiri dan tetap menanamkan rasa kebersamaan terhadap tiap suku dan budaya berbeda. Melalui pengadaan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar rumah atau daerah tertentu. Bentuk lainnya juga bisa dilakukan dengan cara saling tolong menolong, apabila ada salah satu tetangga atau teman yang sakit dan musibah buruk sebaiknya ditolong tanpa pamrih sehingga membentuk rasa saling menguatkan dan dipenuhi perasaan menjaga satu sama lain. 

    Bela negara memiliki nilai – nilai yang bisa diterapkan di kehidupan terutama bagi anak bangsa muda, tentu saja mereka akan menjadi penerus keberlanjutan sebuah negara Indonesia. Nilai ini adalah, Cinta tanah air, Kesadaran berbangsa dan bernegara, Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara, Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, Sadar berbangsa dan bernegara. Nilai ini tentu menjadi sebuah pokok utama bagi kita untuk menerapkan nya dalam kehidupan sehari – hari. Lantas bagaimana untuk penerapan Bela negara dengan menggunakan peran komunikasi verbal di dalamnya? Berikut akan saya berikan penjelasan mengenai penerapan dan contoh tindakan nya. Dalam sebuah Ilmu Komunikasi, memiliki dua kunci komunikasi utama yakni secara verbal dan non-verbal. Verbal sendiri merupakan sebuah komunikasi yang dilakukan dengan cara berbicara ataupun mengungkapkan sebuah kata, ini tidak hanya mengenai perkataan melainkan juga bisa dilakukan dengan bentuk tulisan. Melalui sebuah komunikasi tentu setiap manusia akan menuangkan perkataan yang ingin di ucapkan dari pikirannya. Tentu saja ini adalah cara efektif bagi kita manusia untuk mempertahankan dan menerapkan sebuah nilai bela negara.

    Ketika kita akan mengadakan kegiatan gotong royong, bagaimana caranya untuk mengumpulkan seluruh warga di daerah atau lingkungan tersebut? Tentu saja dengan menggunakan sebuah forum pengumuman secara langsung, ini bisa dilakukan dalam bentuk diskusi untuk agenda gotong royong. Dari sini akan terlibat peran aktif satu sama lain dalam berkomunikasi untuk menemukan titik tengah dan memberikan kedamaian dintara masyarakat tanpa adanya perdebatan yang dapat merusak kesejahteraan. Komunikasi juga bisa dilakukan melalui sebuah pesan whatsapp. Aplikasi yang menghubungkan seluruh orang dan dikhususkan untuk berkomunikasi meskipun berada pada jarak yang sangat jauh sekalipun. Tulisan yang telah dibuat dan dibentuk untuk memberikan sebuah pengumuman itu menjadi sebuah pesan komunikasi verbal. Pesan disampaikan tanpa adanya indikasi kesalahpahaman dan dipastikan bahwa ini adalah informasi yang sebenar – sebenarnya.

    Nilai ini tentu saja menjadi bagian dari nilai ”yakin terhadap pancasila sebagai ideologi negara” yang mana didalamnya terkandung makna untuk saling gotong royong. Pada akhirnya peran penting dari sebuah komunikasi adalah penerapan yang tidak akan terlepas dari kehidupan manusia itu sendiri. Manusia selayaknya makhluk sosial yang akan terus 2 membutuhkan satu sama lain dalam kehidupannya. 

    Contoh lainnya bisa dilihat dari nilai bela negara yang berbunyi, kesadaran berbangsa dan bernegara. Ketika melihat saudara kita dari suatu daerah yang mengalami musibah baik itu kecil ataupun besar, tentu sebagai manusia perlu rasanya untuk memiliki sikap saling simpati terhadap satu sama lain. Ini bisa dilakukan dengan bentuk berdonasi dan memberikan bantuan dalam bentuk apapun itu. Lantas bagaimana dengan mereka yang tidak bisa memberikan bentuk donasi, ataupun uang dan sebagainya. Di era sekarang, banyak sekali masyarakat berani membuka suara dan menaikkan sebuah hastag untuk menarik massa supaya bisa bersama sama mendoakan. Tentu ini juga menjadi suatu hal positif karena dengan kebersamaan mereka mampu membuat semua orang tertuju kepada mereka yang mengalami musibah tersebut. Ini semua tentu menjadi bentuk komunikasi. 

    Proses komunikasi ini tidak hanya serta merta untuk saling bertukar cerita, komunikasi diciptakan untuk saling memberikan pendapat, bertanya, menghargai, menerima dan membahagiakan seseorang. Semua itu tentu ada ketika kamu menciptakan sebuah komunikasi dengan cara yang membahagiakan. 

    Lantas bagaimana dengan masyarakat yang berbeda bahasa dengan kita, apakah komunikasi masih bisa terwujud dengan baik? Ya, tentu saja. Meski Indonesia memiliki beragam suku, budaya, agama dan juga bahasa. Tetapi kita memiliki satu bahasa yang biasa disebut sebagai bahasa nasional yakni Indonesia. Alangkah baiknya, jika memiliki teman dari berbagai daerah, coba lakukan komunikasi dengan jalan tengah yakni menggunakan bahasa indonesia. Dengan ini keterhubungan antara dua orang yang berasal dari suku berbeda mampu menciptakan kerukunan diantara keduanya. 

Komentar