Tim Bubur Ayam Diaduk VS Tak Diaduk


 

    Bubur adalah makanan pertama yang berhasil dibuat oleh manusia. Pada zaman purba, mereka membuat bubur dari campuran susu, air, dan gandum.

    Sebagian besar masyarakat negara barat seperti, Eropa dan Amerika banyak mengonsumsi bubur, karena disana lebih banyak ditemukan tumbuhan gandum.

    Bubur ayam merupakan menu sarapan yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Isiannya yang beragam seperti, irisan daging ayam, kacang goreng, seledri, bawang goreng, cakwe, kerupuk, dll. membuat tampilannya semakin menggugah selera makan. Apalagi disajikan dalam keadaan hangat.

    Namun, perbedaan cara menyantapnya seringkali menjadi perdebatan oleh banyak orang. Ada sebagian orang yang mengaduk bubur terlebih dahulu baru disantap dan ada juga yang memilih untuk tidak mengaduknya.

    Alasannya pun berbeda-beda. Orang yang memilih mengaduk bubur menganggap bahwa jika diaduk terlebih dahulu maka rasanya akan lebih nikmat dan bumbunya merata. 

    Sedangkan orang yang memilih untuk tak mengaduknya sama sekali menganggap bahwa jika diaduk maka akan mempengaruhi tampilan bubur dan merusak selera makan seseorang.

    Sebenarnya tidak ada yang salah dalam cara menyantap suatu makanan, hanya saja hal yang sering kita lakukan berbeda dengan orang lain sering dijadikan perdebatan bahkan berujung pertengkaran. Seharusnya kita harus bisa menghargai pilihan seseorang.

    Tahukah kalian bahwa ternyata cara menyantap bubur dapat menentukan tingkat kecerdasan emosional seseorang loh...

    Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Indonesia Fun Science Journal, hasil penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif menemukan bahwa kelompok yang makan bubur dengan diaduk memiliki rata-rata kecerdasan tingkat emosional sebesar 40,8%, dengan interval kategori emosional rendah.

    Sedangkan kelompok yang makan bubur dengan tak diaduk memiliki rata-rata kecerdasan tingkat emosional sebesar 42,5%, dengan interval kategori rendah.

    Kesimpulannya, kelompok yang memilih untuk tidak mengaduk bubur cenderung memiliki kecerdasan tingkat emosional yang lebih tinggi.

    Maksud dari penelitian ini bukan untuk membandingkan siapa yang lebih baik atau buruk ya... dan setelah membaca artikel ini diharapkan untuk tidak memperdebatkan masalah ini sampai menjadi pertengkaran yang besar.

Komentar

Posting Komentar