Giant Water Bug (nama ilmiah : Lethocerus deyrollei) atau juga bisa dikenal dengan sebutan kutu alligator adalah serangga air raksasa yang hidup di habitat air tawar di seluruh dunia. Ada sekitar 170 spesies. Gigitannya lebih umum dibanding yang kita mau.
Menurut Guinness World Record, serangga ini menjadi serangga air terbesar di bumi karena ia dapat tumbuh sampai sepanjang lebih dari 10 cm. Ciri khas dari mereka adalah tubuhnya yang berbentuk pipih oval dan kaki depannya yang melengkung tajam seperti sabit.
Gigitan serangga
ini dikatakan sebagai salah satu luka gigitan serangga paling nyeri yang bisa
dialami manusia. Bahkan bagian yang digigit akan membengkak dan mati rasa
selama beberapa hari.
Meskipun dapat ditemukan di seluruh dunia, namun serangga ini umumnya dijumpai di Amerika Utara. Hewan ini menyatu dengan lanskap, tubuhnya yang coklat gelap menyerupai daun-daun di lahan basah. Itulah yang membuat mereka dikatakan sebagai pemburu pasif.
Sebagian spesies Giant Water Bug, betinanya akan bertelur di punggung pejantannya. Lalu pejantannya akan membawa telur itu kemana pun dia pergi. Walau terlihat manis, sayangnya pemandangan pejantan yang membawa telurnya tidak menyenangkan dan bisa membuat gemetar.
Biasanya,
telur-telur tersebut akan menetas dalam waktu 3 minggu, namun waktunya juga
bisa berubah tergantung suhu lingkungannya.
Secara alami,
serangga ini predator, biasa makan ikan-ikan kecil, berudu, dan serangga lain.
Namun, hewan ini juga bisa merobohkan mangsa yang lebih besar darinya seperti,
ular dan kura-kura.
Meskipun disebut
sebagai serangga air, ternyata hewan ini juga bisa terbang, jadi jangan hanya
mengawasi bagian bawah saja. Ia juga bisa datang dari atas.
Uniknya, serangga
ini tidak bisa bernapas di dalam air layaknya ikan, oleh karena itu ia secara
berkala naik ke permukaan untuk menghisap udara dari ujung abdomennya dan
kemudian menyimpan udara di bawah sayapnya saat menyelam.
Dikenal sebagai
pemburu yang ganas bukan berarti ia tidak memiliki musuh. Musuhnya adalah
hewan-hewan yang ukurannya lebih besar darinya seperti, burung, ikan besar, dan
predator akuatik lainnya.
Ia bisa
berpura-pura mati dan mengeluarkan cairan amis dari anusnya jika dirinya
tertangkap oleh musuhnya. Dan jika benar-benar terpojok, ia akan menggigit
musuhnya.


kodok kah?
BalasHapus