Pengaruh Stigma di Masyarakat Terhadap Kesehatan Mental

    Menurut arti KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), stigma adalah ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya.

    Stigma dalam kesehatan mental adalah label negative pada seseorang yang diberikan oleh masyarakat. Stigma masyarakat sering terjadi karena kurangnya pemahaman tentang kondisi gangguan jiwa seseorang.

    Sering kali masyarakat menganggap bahwa orang yang mengalami depresi adalah sebuah aib dan termasuk dalam kategori orang gila.

    Depresi sendiri dapat terjadi karena reaksi terhadap suatu peristiwa seperti, kekerasan, pembully-an, masalah keluarga, dan lain-lain. Namun, terkadang seseorang juga tidak tahu mengapa depresi bisa timbul pada dirinya.

    Stigma yang terus tumbuh di masyarakat dapat memperburuk kondisi kesehatan mental seseorang. Akibatnya seseorang yang terkena dampak stigma tersebut sulit untuk berinteraksi sosial, semakin menutup diri, bahkan kemungkinan terburuknya adalah melakukan tindakan bunuh diri.

    Penelitian yang dilakukan oleh Mestdagh pada tahun 2013 mengatakan bahwa masih banyak pasien yang mengalami kasus diskriminasi meskipun mereka sudah dalam perawatan kesehatan mental.

    Hal yang lebih memprihatinkan lagi adalah fakta bahwa depresi tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, tapi anak-anak hingga remaja pun juga bisa mengalaminya.

    Depresi yang dialami oleh anak-anak hingga remaja sering diekspresikan dalam bentuk ketidakbahagiaan atau kondisi mudah tersinggung yang berlangsung lama.

    Dalam kasus depresi pada remaja harus ditangani dengan serius, sebab mereka lebih beresiko untuk menyakiti diri sendiri. Jadi para orang tua harus lebih memperhatikan kondisi kesehatan mental anak-anaknya, tidak hanya kesehatan fisiknya saja.

    Ingat, jika kita tidak bisa membantu untuk menyembuhkan penyakit yang diderita seseorang, setidaknya jangan memperburuk kondisinya dengan terus menumbuhkan stigma di masyarakat.

Untuk mengurangi stigma masyarakat, dapat dilakukan beberapa hal seperti :

1. Tidak memberikan pandangan/prasangka negatif bahwa keluarga akan menjadi penyebab maraknya depresi.

2. Mengajak untuk hidup sehat dan produktif.

3. Bersikap empati.

4. Selalu memberikan dukungan bagi mereka yang mengalami depresi.

5. Memberikan ruang untuk mengekspresikan diri mereka yang mengalami depresi.

Semoga dengan ini masyarakat bisa sadar bahwa stigma buruk sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan mental seorang individu.

Komentar