Misteri Kapal ‘Hantu’ Sam Ratulangi PB 1600

    Sebuah perusahaan membangun sebuah kapal bernama ‘Sam Ratulangi PB 1600’ tahun 2001 di Indonesia. Kapal ini digunakan untuk mengangkut muatan berat melintasi lautan di seluruh Asia.

    Kapal ini telah beroperasi dengan baik selama 8 tahun. Orang-orang mengantar produk industri ke berbagai titik di wilayah itu. Namun, pada tahun 2009 terjadi masalah dengan kapal itu.

    Kapal berbendera Indonesia ini berlayar di dekat pesisir Taiwan. Dan setelah itu tidak ada kabar dan catatan lain tentang pelayaran kapal tersebut.

    Seluruh pelabuhan pun juga tidak menerima laporan tentang Kapal Sam Ratulangi PB 1600. Semua orang mengira kapal tersebut telah tenggelam di dasar laut dan sudah bertahun-tahun tak ada orang yang mencarinya.

    Lalu, 9 tahun kemudian seorang nelayan dikejutkan dengan kemunculan Kapal Sam Ratulangi PB 1600 di Teluk Martaban, Provinsi Yangon, Myanmar. Kondisi kapalnya pun sudah berkarat. Tanpa pelaut dan tanpa bahan bakar.

    Investigasi pun dimulai oleh Angkatan Laut Burma pada tanggal 30 Agustus 2018. Berbagai layanan kota berusaha mencari tahu nama semua pelaut yang bekerja di kapal itu dan mencari petunjuk yang bisa memecahkan misterinya. Pihak berwenang yang ada di Myanmar juga berharap pemilik kapal akan segera datang.

    Mereka menemukan 2 tali derek di atas kapal, yang berarti ada kapal lain yang menderek Kapal Sam Ratulangi ke tempat ini. Lalu mereka mengidentifikasi dan menemukan 13 awak kapal.

    Orang-orang ini mengatakan mereka ingin pergi ke pabrik kapal di Bangladesh untuk memperbaiki Kapal Sam Ratulangi PB 1600. Kapal yang lain membantu menderek Kapal Sam Ratulangi namun, kedua talinya putus dan badai mulai menerjang.

    Tak seorang pun yang mau berada di atas kapal dalam cuaca seburuk itu. Jadi para awak kapal meninggalkannya dan tak ada yang tau nasib kapal tersebut selama 9 tahun terakhir dan bagaimana kapal itu berlayar tanpa awak.

    Menurut informasi dari CNN Indonesia, Kapal Sam Ratulangi PB 1600 sudah dijual ke perusahaan asing sehingga kapal tersebut bukan milik perusahaan Indonesia lagi.

Komentar

Posting Komentar