Gurun Sahara Pernah Menjadi Sahara Hijau ?

    Siapa di sini yang masih belum tau Gurun Sahara ?

    Gurun Sahara merupakan gurun panas terbesar di bumi. Terletak di Benua Afrika dan memiliki wilayah luas yang mencapai 3.320.000 mil persegi atau 8.600.000 km persegi.

    Menurut para ilmuwan, perbatasan Sahara terus meluas. Gurun biasanya terbentuk di area subtropis karena sirkulasi. Udara naik di ekuator dan turun ke subtropis. Sirkulasi udara ini mempunyai efek mengeringkan yang membantu pembentukan lanskap gurun.

Sejarah Sahara Hijau

    Sekadar informasi, Agar dianggap sebagai gurun, suatu tempat harus menerima kurang dari 10 cm hujan pertahun. Karena indeks curah hujan sangat kecil, gurun biasanya merupakan tempat yang kering dan gersang. Kelembaban udaranya sangat sedikit dan suhu siang harinya bisa mencapai 54° C.

    Tak banyak kehidupan hewan dan tumbuhan di sana karena kurangnya air. Namun, Sahara tidak selalu seperti itu. Sekitar 20.000 tahun yang lalu, Sahara sebenarnya adalah salah satu oasis besar.

    Penemuan terbaru menunjukkan bukti yang jelas tentang apa yang sekarang disebut para ilmuwan sebagai “Sahara Hijau”. Pada pertengahan 1800-an, seorang penjelajah Jerman yang melintasi Sahara menemukan beberapa lukisan dan ukiran yang ditinggalkan oleh seniman nomaden.

    Apa yang ia lihat itu, tak seperti lingkungan aslinya. Alih-alih lanskap gersang dengan hanya Unta dan vegetasi gurun, lukisan batu itu menggambarkan binatang hutan, seperti Jerapah dan Kuda Nil.

    Bahkan ada gambar ternak dan hewan merumput, seperti Sapi dan Domba yang terlihat mustahil bagi Sahara modern. Gambar-gambarnya begitu detail, sehingga para ilmuwan menganggap pasti para seniman berhubungan dekat dengan hewan-hewan itu.

    Seniman biasanya menggambar apa yang mereka lihat di sekitar. Jadi temuan ini sangat menggugah penjelajah Jerman. Seni batu ini bisa dilihat tersebar di bagian utara Benua Afrika, dari Sahara barat hingga Arab Saudi.

    Para ilmuwan sudah bisa mengkonfirmasi bahwa pada kenyataannya, Afrika Utara dulunya jauh lebih berair. Dan benar bahwa “Sahara Hijau” pernah ada.

Komentar

Posting Komentar